PairinPay. Diberdayakan oleh Blogger.
Kabar duka datang dari dunia fashion, khususnya fashion high-street. Pendiri brand busana Zara, Rosalia Mera meninggal di usia 69 tahun. Salah satu wanita terkaya di Spanyol ini meninggal saat liburan di Pulau Menorca, Mediterania.

Rosalia tutup usia pada Kamis malam (15/08/2013) waktu setempat di rumah sakit di La Coruna, yang merupakan kota kelahirannya. Ia meninggal akibat terkena serangan stroke. Seperti apa sosok seorang Rosalia?

Ibu dua anak ini menjadi miliarder setelah mendirikan brand high street Zara pada 1975 bersama suaminya kala itu, Armanico Ortega. Zara menjadi label busana yang difavoritkan banyak wanita di dunia karena memiliki 'formula': menghadirkan busana ala desainer ternama dengan harga yang lebih terjangkau.

Saat ini ada total 1.763 gerai Zara yang tersebar di seluruh dunia. Rosalia merupakan pemegang saham utama dari Inditex SA, perusahaan yang memayungi Zara dan retailer high-street fashion lainnya seperti Bershka, Massimo Dutti, Oysho, Pull & Bear, Stradivarius, Uterque dan Zara Home.

Dia memegang 5,1 persen saham Inditex. Oleh majalah Forbes, kekayaannya diperkirakan mencapai 3,9 miliar poundsterling atau sekitar Rp 54,5 triliun. Forbes menyatakan Rosalia sebagai orang terkaya nomor 195 di dunia, dan wanita terkaya yang mendapatkan hartanya dengan usaha sendiri. Sementara Armanico, yang telah bercerai dari Rosalia pada 1986 terdaftar sebagai orang ketiga terkaya versi Forbes.

Rosalia tidak terlahir dari keluarga yang kaya raya. Ia bahkan berhenti sekolah di usia 11 tahun dan menjadi penjahit. Ia juga sempat bekerja sebagai asisten sales di sebuah toko pakaian.

Ia menikah dengan Amancio pada 1944, dan mulai mendesain gaun serta lingerie di rumahnya bersama sang suami kala itu. Pasangan ini kemudian membuka toko Zara pertamanya pada 1975 di La Coruna.

Awalnya mereka akan menamai label busananya itu Zorba, yang terinspirasi dari fil tentang dewa Yunani, 'Zorba the Greek'. Namun ada bar yang juga memakai nama tersebut dan letaknya tak jauh dari toko pertama mereka. Akhirnya nama tersebut diubah menjadi Zara.

Koleksi Zara tak hanya disukai wanita biasa, tapi juga kalangan elit hingga kerajaan. Kate Middleton termasuk salah satu pelanggan setia label busana ini.

Sumber: Wolipop.com