PairinPay. Diberdayakan oleh Blogger.
Selepas New York Fashion Week, yang berakhir Kamis (12/09/2013) lalu, perhelatan mode dunia kembali berlanjut di Kota London. London Fashion Week (LFW) yang menampilkan koleksi spring 2014 ini berlangsung sepekan, mulai dari Jumat (13/09/2013) hingga Selasa (17/09/2013).

Salah satu pertunjukan yang paling mengundang perhatian di pekan mode London kali ini adalah rancangan JW Anderson. Jika beberapa desainer lain mendandani para model dengan busana minimalis dan tertutup, JW Anderson memberi sentuhan futuristik dengan mengkreasikan bahan transparan.

"Aku ingin membuat paduan kain yang tidak biasa. Campuran antara bahan kulit, katun dengan nilon, dan silk dengan polyester. Aku juga ingin menantang diriku untuk mengeksplorasi bahan baru, seperti jersey," tutur Jonathan Anderson seperti yang dikutip Vogue UK.

Show yang diperagakan di hari kedua LFW itu, menghadirkan busana dengan siluet baru dan teknik unik untuk musim panas. Misalnya saja dibuat menjadi atasan dan rok panjang dengan teknik jahitan yang membuat efek menggelembung. Atau kain sifon tipis yang dijadikan atasan, sekilas terlihat hanya menempel di dada para model.

Lipatan origami khas Jepang, teknik lipit, draperi dan simpul menjadi highlight koleksi desainer Inggris ini. Koleksi lainnya juga tampak unik, kain transparan dibuat menyamping di satu sisi sebagai atasan. Atasan itu kemudian ditambahkan aksen pita dari bahan kulit, yang dipadukan bersama rok lipit.

JW Anderson juga memberi inovasi dengan paduan plastik transparan dan bahan fringe, yang dijadikan atasan berpotongan cape dan rok midi. Selain itu, ada juga atasan yang berbentuk seperti lipatan layaknya syal. Atasan ini dipadukan dengan rok midi berpotongan lurus yang minimalis.

Sumber: wolipop.com
Perkembangan teknologi membuat para wanita semakin senang berselancar di dunia maya. Tidak hanya untuk meluapkan ekspresi mereka, tapi juga memanfaatkannya sebagai peluang bisnis atau mendapatkan keuntungan. Shella Alazatha merupakan salah satu wanita yang memiliki puluhan ribu follower dan telah jadi endorser ratusan online shop.

Saat dihubungi wolipop, Rabu (4/9/2013), Shella berbagi pengalamannya sebagai 'seleb Instagram'. Awalnya, ia hanya senang posting foto ke Instagram dengan gaya hijabnya ketika pergi. Wanita 21 tahun itu tidak lupa menambahkan hashtag outfit of the day (ootd) ke dalam postingan fotonya.

Sejak saat itu, postingan wanita kelahiran 13 Agustus 1992 itu sering dilihat banyak orang hingga ada online shop yang menawarkan dirinya untuk membantu mempromosikan barang mereka. Pertama hanya scarf tapi kini sudah bermacam-macam, mulai dari busana, hijab, aksesori, mukena, hingga peralatan handphone. Shella mengaku dalam satu hari bisa datang 5 sampai 15 barang.

"Sekarang sehari nggak pasti, kadang 5 kadang 6, pernah sampai 15 (barang), setiap hari datang," ujar Shella ketika dihubungi wolipop melalui telepon.

Shella tidak cuma aktif dalam media sosial, ia juga mengekspresikan dirinya melalui ajang seperti Hijab Hunt serta komunitas-komunitas hijab. Keaktifannya ini membuat followernya kian bertambah. Ia mengaku baru mulai diendorse sejak 2012 lalu, follower awalnya hanya 5 ribu lalu kini mencapai angka lebih dari 34 ribu. Ini tentunya membuat banyak toko online yang meliriknya untuk kerjasama endorsement.

Wanita yang sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi swasta Jakarta itu menuturkan, bekerja sama untuk endorsement dengan online shop sebenarnya memiliki keuntungan dan dukanya sendiri. Shella merasa beruntung mendapatkan kesempatan dipercaya mempromosikan produk yang dijual oleh para produsen serta mendapatkan barang tersebut secara cuma-cuma. Selain itu, followernya otomatis terus bertambah membuat namanya semakin dikenal.

Sayangnya, Shella kerapkali merasa terganggu ketika banyak omongan negatif karena keaktifannya menjadi endorser di Instagram. "Fenomena endorser itu yang berjilbab atau nggak, menimbulkan omongan nggak enak, misalnya 'ih barang gratisan setiap hari', akhirnya pernah aku protect, tapi sekarang sudah dibuka lagi," aku pemenang Hijab Hunt 2012 ini.

Tidak cuma itu, terkadang ia juga kelelahan karena harus seharian memposting foto sebagai endorser. Bila ada barang yang terselip seringkali membuat pemilik toko 'menagih' dan akhirnya ia merasa bersalah. Di balik semua suka-duka yang dialami oleh Shella, ia mengaku senang menjalani semua aktivitas tersebut.

Saat ditanya bagaimana dengan ratusan barang yang sudah dikirimkan kepadanya, Shella mengaku hanya menggunakannya sendiri serta sebagian diberikan kepada orangtuanya. "Aku jadiin koleksi, kadang-kadang ada beberapa yang nggak bisa aku pakai lagi, aku kumpulin kasih ke mamaku, soalnya nggak etis banget sih kalau dijual lagi," katanya.

Kini Shella tidak hanya menjadi endorser dari berbagai barang online shop, ia juga bekerja sebagai fashion stylish di salah satu majalah hijab Indonesia.

Sumber: wolipop.com